Pernah sakit gigi sampai badan ikut terasa panas? Kalau sudah begini mungkin kamu mulai bertanya, bolehkah cabut gigi saat demam? Apalagi kalau gigi terasa sakit banget dan ingin segera dicabut supaya bisa kembali nyaman.
Namun cabut gigi saat sedang demam tidak bisa dilakukan sembarangan. Dokter gigi perlu melihat kondisi tubuh dan mencari tahu penyebab demam terlebih dahulu. Bisa saja demam berhubungan dengan infeksi gigi, tetapi bisa juga disebabkan oleh masalah kesehatan lain.
Bolehkah Cabut Gigi Saat Demam?
Secara umum cabut gigi saat demam sebaiknya tidak langsung dilakukan tanpa pemeriksaan dokter. Demam bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau mengalami peradangan.
Kalau demam disertai sakit gigi, gusi bengkak, pipi membesar, atau keluar nanah, ada kemungkinan masalahnya berasal dari infeksi gigi. Dalam kondisi seperti ini dokter biasanya akan memeriksa sumber masalahnya terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan.
Kenapa Cabut Gigi Saat Demam Tidak Boleh Sembarangan?
Cabut gigi merupakan tindakan medis yang membuat luka pada gusi. Saat tubuh sedang demam, kondisi tubuh mungkin belum cukup baik untuk menjalani tindakan tersebut terutama jika demam disebabkan oleh infeksi yang cukup berat.
Selain itu gigi yang sedang mengalami peradangan bisa membuat obat bius lokal bekerja kurang optimal. Akibatnya pasien bisa tetap merasa tidak nyaman saat tindakan dilakukan. Karena itu dokter perlu melihat kondisi gigi dan tubuh terlebih dahulu.
Demam Bisa Disebabkan oleh Infeksi Gigi
Tidak semua demam disebabkan oleh sakit gigi. Namun infeksi pada gigi atau gusi memang bisa membuat tubuh mengalami demam. Biasanya keluhan ini muncul bersama rasa sakit yang berdenyut, gusi bengkak, bau mulut, atau sakit saat mengunyah.
Infeksi gigi juga bisa menyebabkan abses gigi, yaitu kumpulan nanah di sekitar gigi atau gusi. Kalau tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke jaringan di sekitar rahang dan wajah. Jadi jangan menganggap sakit gigi disertai demam sebagai keluhan yang bisa dibiarkan begitu saja.
Apakah Gigi Sakit Boleh Langsung Dicabut?
Gigi yang sakit tidak selalu berarti harus menunggu sampai rasa sakitnya hilang. Keputusan pencabutan tergantung pada penyebab sakit, kondisi gigi, tingkat infeksi, dan keadaan tubuh pasien.
Dalam beberapa kasus, dokter bisa melakukan pencabutan untuk menghilangkan sumber masalah. Namun pada kondisi tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan perawatan lain seperti perawatan saluran akar gigi untuk mempertahankan gigi yang masih dapat dirawat.
Dalam beberapa kasus, dokter bisa melakukan pencabutan untuk menghilangkan sumber masalah. Namun pada kondisi tertentu, dokter mungkin perlu menangani infeksi atau pembengkakan terlebih dahulu. Jadi gigi sakit boleh dicabut atau tidak perlu ditentukan setelah pemeriksaan.
Bagaimana Kalau Demam Sebelum Cabut Gigi?
Kalau kamu sudah punya jadwal cabut gigi tetapi tiba-tiba demam, sebaiknya beri tau dokter atau klinik sebelum menjalani tindakan. Jangan menganggap demam sebagai hal sepele dan tetap datang untuk cabut gigi tanpa memberi tahu kondisi tubuh.
Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu dan menentukan apakah tindakan bisa dilakukan atau sebaiknya ditunda. Hal ini dilakukan supaya pencabutan gigi tetap sesuai dengan kondisi pasien.
Kapan Gigi Boleh Dicabut?
Gigi bisa dicabut ketika dokter sudah memastikan kondisi pasien cukup aman untuk menjalani tindakan. Jika terdapat infeksi atau pembengkakan, dokter akan menilai seberapa berat kondisinya dan menentukan perawatan yang dibutuhkan.
Pencabutan juga tidak selalu harus menunggu sampai semua keluhan hilang. Pada kondisi tertentu, menghilangkan sumber infeksi justru dapat menjadi bagian dari perawatan. Karena itu kapan gigi boleh dicabut sebaiknya ditentukan langsung oleh dokter gigi.
Apa yang Dilakukan Dokter Saat Gigi Sakit dan Demam?
Dokter biasanya akan menanyakan keluhan yang kamu rasakan seperti sejak kapan gigi sakit, kapan demam mulai muncul, apakah ada pembengkakan, dan apakah kamu mengalami kesulitan membuka mulut atau menelan.
Setelah itu dokter gigi akan memeriksa gigi dan gusi. Jika diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti rontgen untuk melihat kondisi gigi dan jaringan di sekitarnya. Hasil pemeriksaan tersebut akan membantu dokter menentukan perawatan yang paling sesuai.
Bolehkah Minum Obat Sebelum Cabut Gigi?
Obat pereda nyeri dapat membantu mengurangi rasa sakit sementara. Namun minum obat tidak berarti pencabutan gigi otomatis aman dilakukan saat sedang demam.
Jangan asal minum antibiotik tanpa resep dokter. Tidak semua sakit gigi membutuhkan antibiotik, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien. Kalau dokter memberikan obat, gunakan sesuai aturan yang diberikan.
Cara Meredakan Sakit Gigi Sambil Menunggu
Sambil menunggu pemeriksaan, kamu bisa mencoba beberapa cara sederhana untuk membuat gigi terasa lebih nyaman. Misalnya berkumur dengan air garam hangat, menghindari makanan yang terlalu panas atau dingin, dan memilih makanan yang lebih lunak.
Tetap jaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi secara perlahan. Kalau membutuhkan obat pereda nyeri, gunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter. Hindari menempelkan obat langsung ke gusi karena bisa menyebabkan iritasi.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera periksa ke dokter gigi jika sakit gigi disertai demam, gusi bengkak, pipi membesar, keluar nanah, atau rasa sakit semakin parah. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat juga perawatan yang sesuai bisa dilakukan.
Kalau muncul kesulitan bernapas, sulit menelan, bengkak sampai ke leher, sulit membuka mulut, atau demam tinggi, jangan menunda mencari pertolongan medis. Gejala tersebut bisa menunjukkan infeksi yang membutuhkan penanganan segera.
Kesimpulan
Jadi bolehkah cabut gigi saat demam? Jawabannya tergantung pada penyebab demam dan kondisi gigi. Cabut gigi sebaiknya tidak dilakukan begitu saja tanpa pemeriksaan, terutama jika demam disertai bengkak atau tanda-tanda infeksi.
Kalau sedang mengalami kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter gigi. Dokter akan menentukan apakah gigi bisa langsung dicabut atau membutuhkan perawatan lain terlebih dahulu. Jangan hanya menahan sakit dengan obat kalau keluhannya terus berlanjut.